MARI MEMBACA AL QUR’AN ( by Yongki )

Membaca Al-Qur’an adalah ibadah sangat agung. Banyak nash yang menerangkan akan besarnya keutamaan dan pahalanya. Di antara yang paling masyhur, Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat.
Disebutkan dalam Shahih Muslim, dari Abu Umamah al-Bahili Radhiyallahu ‘Anhu, ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Bacalah oleh kalian Al-Qur’an, karena ia akan datang memberi syafaat kepada pembacanya pada hari kiamat.”
Selain hadist tersebut , juga ada hadits yang menyatakan bahwa setiap huruf dalam bacaan al-Quran akan mendapatkan 10 kebaikan (pahala), Adapun hadits yang shahih dari Ibnu Mas’ud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa yang membaca satu huruf di dalam al-Quran, maka baginya satu kebaikan. Dan setiap kebaikan akan berganda sehingga 10 kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf , akan tetapi alif itu satu huruf, lam itu satu huruf dan mim itu satu huruf”
Riwayat Imam at-Tirmidzi dikitabnya Sunnan Tirmidzi no. 2910, Imam Bukhari di kitab Tarikh, dan Imam al-Hakim di dalam al-Mustadrak. Berkata Syaikh Albani hadits ini Shahih, As-Shahihah no. 3327.
Keutamaan membaca Al-Qur’an ini semakin meningkat saat bulan Ramadhan. Di mana setiap amal kebaikan di dalamnya dilipatgandakan pahalanya. Terlebih Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melalui Malaikat Jibril pada bulan Ramadhan. Juga pada bulan ini, Malaikat Jibril mendatangi beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk mendengarkan bacaan Al-Qur’an beliau dan mengecek hafalannya.
Keistimewaan ibadah membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan ini kita temukan pada perhatian besar dari ulama salaf terhadapnya. Mereka memperbanyak tilawah Qur’an baik di dalam shalat maupun di luar shalat.
Pada bulan Ramadhan, Utsman bin Affan radliyallah ‘anhu menghatamkan Al-Qur’an sehari sekali. Sebagian ulama salaf yang lain menghatamkannya pada shalat malamnya setiap tiga hari sekali. Sebagian lain menghatamkannya semingu sekali.
Imam Syafi’i rahimahullah, pada bulan Ramadhan menghatamkan Al-Qur’an sampai 60 kali. Beliau membacanya di luar shalat. Imam Qatadah senantiasa menghatamkan setiap tujuh hari sekali dan pada bulan Ramadlan setiap tiga hari sekali. Puncaknya pada sepuluh hari terakhir, beliau menghatamkannya setiap malam.
Imam Az-Zuhri rahimahullah jika sudah memasuki Ramadhan tidak membaca hadits dan tidak hadir di majlis ilmu, beliau hanya membaca Al-Qur’an dari mushaf. Sufyan Al-Tsauri jika sudah masuk Ramadhan meninggalkan segala bentuk ibadah dan hanya membaca Al-Qur’an.
Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “(Maksud) adanya larangan membaca Al-Qur’an (menghatamkannya) kurang dari tiga hari yaitu jika dirutinkan tiap hari. Namun, jika di kesempatan yang utama seperti bulan Ramadlan dan tempat yang mulia seperti di Makkah bagi penduduk luar makkah, dianjurkan memperbanyak tilawah Al-Qur’an di sana, untuk menghargai kemuliaan tempat dan waktu tersebut. Ini adalah pendapat imam Ahmad, Ishaq, dan imam-imam lainya. Hal ini didukung dengan amalan selain mereka.”
Menurut Imam Ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al Ilahiyah bahwa jumlah huruf dalam Al Qur’an itu adalah 1.027.000 huruf.
Setiap huruf Al Qur’an yang dibaca , dibalas dengan 10 kebaikan dan pada bulan Ramadhan setiap ibadah Wajib digandakan pahalanya menjadi 70 kali sedangkan ibadah sunnah akan digandakan seperti melaksanakan ibadah wajib.
Dengan demikian dapat dibayangkan betapa banyaknya kebaikan yang akan diberikan ALLAH SWT kepada pembaca Al Qur’an , khusunya yang meng khatam kan, terlebih pada bulan Ramadhan. Setidaknya kita akan mendapatkan 10.027.000 kebaikan ! Subhanallah ! Saya persilahkan setiap insan dimuka bumi ini untuk menuliskan 10.027.000 kebaikan yang diinginkannya. Saya sangat yakin tidak akan mampu dipikirkan oleh manusia. Tapi ALLAH SWT memberikan 10.027.000 kebaikan bagi ummat muslim yang meng khatam kan Al Qur’an. Subhanallah ! Allahu Akbar !
Tapi mengapa Kitabullah ini sangat jarang di baca oleh kebanyakan kita kaum muslimin. Kita selalu terjebak oleh waktu untuk mencari harta sebanyak – banyaknya sehingga lupa menyisihkan waktu untuk membaca Al Qur’an. Apa benar kita sangat sibuk ??? Apa benar waktu yang dibutuhkan untuk menghatamkan Al Qur’an sangat banyak ?
Mari sekarang kita coba menghitung secara matematis. Jika 1 ayat rata2 dibaca dalam waktu 2 menit , maka waktu untuk mengkhatamkan Al Qur’an adalah 6236 X 2 menit = 12.472 menit atau setara dengan 208 jam atau setara dengan 9 hari. Untuk memudahkan perhitungan bolehlah kita tetapkan 10 hari. Jadi kita hanya butuh waktu 10 hari saja untuk khatamkan Al Qur’an. Jika 1 tahun 365 hari maka kita dapat alokasikan waktu untuk membaca Al Qur’an 24 jam setiap bulan atau 48 menit setiap hari. Jika kita membaca Al Qur’an secara istiqomah setelah selesai sholat fardhu maka dibutuhkan waktu 9,6 menit. Jika hal ini dilakukan dengan tertib dan teratur maka dalam waktu 10 bulan kita sudah khatam. Jika seandainya batas usia kita rata2 adalah 63 tahun, silahkan Anda menghitung sendiri berapa banyak kebaikan akan diberikan ALLAH di sisa umur kita. Jika sisa usia kita masih 15 tahun lagi, maka kebaikan yang akan kita dapatkan adalah 150.405.000 !!! Tentu ini merupakan perhitungan yang paling minim.
Sekarang bagaimana kenyataannya ??? Sungguh lucu manusia ini , mereka sangat tahan untuk duduk bergerombol menggunjing keburukan orang lain selama ber jam – jam atau lebih senang ke mall menghamburkan uang selama ber jam – jam yang sangat jelas hal tersebut sangat kecil manfaatnya bahkan lebih besar mudharatnya atau bahkan menambah dosa.
Dengan perhitungan sederhana di atas maka hal tersebut merupakan salah satu bukti sifat Ar Rahman ALLAH SWT kepada umat muslim. Betapa tidak , begitu banyak jalan kemudahan untuk mendapatkan ridho NYA. Dengan hanya menyisihkan waktu kita 10 menit setiap selesai sholat saja sudah begitu banyak pahala dan kebaikan hidup yang diberikan, apalagi kita masih menambah dengan mengerti artinya dan memahami isinya serta melaksanakan dalam kehidupan sehari – hari.
Ada hal – hal yang sangat menakjubkan dari Al Qur’an ini. Ternyata , jika kita membaca Al Qur’an dengan tartil dan sesuai kaidah tilawah maka tidak akan menimbulkan efek lelah sedikitpun. Kenapa ? Karena kaidah-kaidah tilawah merupakan olah nafas yang sangat efektif menstimulir tubuh untuk menjadi bugar kembali. Oleh karena itu tidaklah heran jika banyak ulama salaf sampai mampu meng khatamkan Al Qur’an dalam hitungan hari , khususnya di bulan Ramadhan.
Pernahkah kita membayangkan pada saat Al Qur’an itu disampaikan oleh Jibril kepada Rasulullah Muhammad SAW ? Pasti sangat indah dan nikmat untuk di dengar. Subhanallah ! To be continue …. Insya Allah !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s