SALAH SATU CARA MUDAH MENGHAPAL NAMA2 SURAH DALAM AL QUR’AN

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh

Al Qur’an adalah Kitab Suci agama Islam yang wajib di baca dan dipelajari oleh setiap umat Muslim. Namun faktanya , sangat jarang umat muslim yang bisa menghapal seluruh isi Al Qur’an ( Tahfidz ). Jangankan hapal isinya , urutan nama-nama surah yang ada dalam Al Qur’an saja tidak banyak yang hapal. Nah untuk lebih meningkatkan motivasi kita semua agar nantinya mampu menghapal seluruh isi Al Qur’an , maka saya coba memulainya dengan memberikan satu cara yang menyenangkan untuk menghapal nama-nama surah dalam Al Qur’an. Salah satu metode menghapal yang cukup efektif adalah dengan membuat cerita dari urutan surah sehingga kita mudah mengingatnya.

Cobalah baca Cerita-cerita di bawah ini, dan perhatikan kata-kata yang berhuruf besar dan cetak tebal. Kata-kata tersebut adalah nama-nama surat dalam Al Qur’an. Hafalkan ceritanya, dan kemudian tuliskan kata-kata tersebut secara berurut. Maka akan kita dapatkan nama surat dan nomor urutnya. Silahkan mencoba.

Cerita I; (Surah 1 – 10)

Paman membaca AL FATIHAH sebelum memasak SAPI BETINA milik KELUARGA IMRAN yang punya anak wanita bernama AN NISA. Sebagian HIDANGAN itu diberikan untuk BINATANG TERNAK. Kemudian paman menuju TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI, untuk mencuri HARTA RAMPASAN PERANG. Namun akhirnya paman ber-TAUBAT seperti taubatnya nabi YUNUS

NO KRONOLOGI CERITA

1 AL-FATIHAH

2 SAPI BETINA – AL-BAQOROH

3 KELUARGA IMRAN – ALI IMRON

4 AN NISA

5 HIDANGAN – AL MAIDAH

6 BINATANG TERNAK – AL AN ‘AM

7 TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI – AL A’ ROF

8 HARTA RAMPASAN PERANG – AL ANFAL

9 TAUBAT – AT TAUBAH

10 YUNUS

Cerita II; (Surah 11 – 20)

HUD dan YUSUF melihat PETIR. Sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR. Ia mencari LEBAH, untuk kemudian memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA untuk menemui MARYAM dan TOHA.

NO KRONOLOGI CERITA

11 HUD

12 YUSUF

13 PETIR – AR RA’D

14 IBRAHIM

15 PEGUNUNGAN HIJR – AL HIJR

16 LEBAH – AN NAHL

17 PERJALANAN MALAM – AL ISRO

18 GUA – AL KAHFI

19 MARYAM

20 TOHA

Cerita III; (Surah 21 – 30)

PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG-ORANG BERIMAN. Mereka seperti CAHAYA. Inilah yang menjadi PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL. Sementara itu, PARA PENYAIR bercerita tentang SEMUT. Cerita itu terangkum dalam buku KISAH –KISAH. Dalam buku itu juga diceritakan tentang LABA-LABA yang menyerang BANGSA ROMAWI.

NO KRONOLOGI CERITA

21 PARA NABI – AL ANBIYA

22 HAJI – AL HAJJ

23 ORANG – ORANG BERIMAN-AL MU’MINUN

24 CAHAYA – AN NUR

25 PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL – AL FURQON

26 PARA PENYAIR – ASY SYU ‘ARO

27 SEMUT-AN NAML

28 KISAH-KISAH – AL QOSHOSH

29 LABA-LABA – AL ‘ANKABUT

30 BANGSA ROMAWI – AR RUM

Cerita IV; (Surah 31 – 40)

LUKMAN tidak berSUJUD di kaum yang terkena AHZAB dan tidak juga kepada kaum SABA’. Sementara itu FATIR dan YASIN berdiri bersama orang YANG BERSHAF-SHAF dan membentuk huruf SHOD. Mereka teramasuk ROMBONGAN – ROMBONGAN yang memohon ampunan kepada YANG MAHA PENGAMPUN.

NO KRONOLOGI CERITA

31 LUKMAN – LUQMAN

32 SUJUD – AS SAJDAH

33 AL AHZAB

34 SABA’

35 FATHIR

36 YASIN

37 YANG BERSHAF-SHAF – ASH SHOOFFAT

38 SHOD

39 ROMBONGAN-ROMBONGAN – AZ ZUMAR

40 YANG MAHA PENGAMPUN – GHOFIR

Cerita V; (Surah 41 – 50)

YANG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu adalah tentang PERHIASAN. Bukan tentang KABUT. Sementara itu banyak orang YANG BERLUTUT di BUKIT-BUKIT PASIR. Saat itulah MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN. Hal ini ditandai dengan KAMAR-KAMAR bertuliskan huruf QOF.

NO KRONOLOGI CERITA

41 YANG DIJELASKAN – FUSHSHILAT

42 MUSYAWARAH – ASY SYURA

43 PERHIASAN – AZ ZUKHRUF

44 KABUT – AD DUKHAN

45 YANG BERLUTUT – AL JATSIYAH

46 BUKIT-BUKIT PASIR – AL AHQOF

47 MUHAMMAD – MUHAMMAD

48 KEMENANGAN – AL FATH

49 KAMAR-KAMAR – AL HUJURAT

50 QOF

Cerita VI; (Surah 51 – 60)

ANGIN YANG MENERBANGKAN membawa awan ke bukit THURSINA. Ini terjadi saat BINTANG dan BULAN bersinar. Sementara itu pak RAHMAN sedang berceramah tentang HARI KIAMAT. Dimana BESI hancur, WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN, dan banyak PEREMPUAN YANG DIUJI.

NO KRONOLOGI CERITA

51 ANGIN YANG MENERBANGKAN – ADZ DZARIYAT

52 THURSINA – ATH THUR

53 BINTANG – AN NAJM

54 BULAN – AL QOMAR

55 AR RAHMAN

56 HARI KIAMAT – AL WAQI ‘AH

57 BESI – AL HADID

58 WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN – AL MUJADILAH

59 PENGUSIRAN – AL HASYR

60 PEREMPUAN YANG DIUJI – AL MUMTAHANAH

Cerita VII; (Surah 61 – 70)

BARISAN orang beriman pada HARI JUM’AT berbeda dengan ORANG – ORANG MUNAFIK. Demikian juga pada HARI DITAMPAKAN KESALAHAN-KESALAHAN. Ketika aku di-TALAK, aku MENGHARAMKAN dia untuk masuk rumah ini. KERAJAAN yang indah, PENA yang mahal, pada HARI KIAMAT tidak lagi berharga. Disinilah TEMPAT-TEMPAT NAIK bagi amal sholih.

NO KRONOLOGI CERITA

61 BARISAN – ASH SHOF

62 HARI JUM’AT – AL JUMU’AH

63 ORANG-ORANG MUNAFIK – AL MUNAFIQUN

64 HARI DITAMPAKAN KESALAHAN-KESALAHAN – AL TAGHOBUN

65 TALAK – ATH THOLAQ

66 MENGHARAMKAN – AT TAHRIM

67 KERAJAAN – AL MULK

68 PENA – AL QOLAM

69 HARI KIAMAT – AL HAAQQAH

70 TEMPAT-TEMPAT NAIK – AL MA ‘ARIJ

Cerita VIII; (Surah 71 – 80)

NUH diganggu JIN disaat ORANG YANG BERSELIMUT dan ORANG YANG BERKEMUL tertidur pulas. Ia tidak menyadari datangnya KIAMAT. Sementara itu, ketika MANUSIA bertemu dengan MALAIKAT YANG DIUTUS untuk menyampaikan BERITA BESAR tentang kematian, MALAIKAT-MALAIKAT YANG MENCABUT nyawa sedang melihat IA BERMUKA MASAM.

NO KRONOLOGI CERITA

71 NUH – NUH

72 JIN – AL JINN

73 ORANG YANG BERSELIMUT – AL MUZAMMIL

74 ORANG YANG BERKEMUL – AL MUDATSTSIR

75 KIAMAT – AL QIYAMAH

76 MANUSIA – AL INSAN

77 MALAIKAT YANG DIUTUS – AL MURSALAT

78 BERITA BESAR – AN NABA’

79 MALAIKAT-MALAIKAT YANG MENCABUT – AN NAZI ‘AT

80 IA BERMUKA MASAM – ‘ABASA

Cerita IX; (Surah 81 – 90)

Ombak MENGGULUNG, bumi TERBELAH, ORANG-ORANG YANG CURANG pun ikut TERBELAH. Mereka seperti GUGUSAN BINTANG YANG DATANG DI MALAM HARI. Mereka berada di tempat YANG PALING TINGGI. Pada HARI PEMBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.

NO KRONOLOGI CERITA

81 MENGGULUNG – AT TAKWIR

82 TERBELAH – AL INFITHOR

83 ORANG-ORANG YANG CURANG – AL MUTHOFFIFIN

84 TERBELAH – AL INSYIQOQ

85 GUGUSAN BINTANG – AL BURUJ

86 YANG DATANG DI MALAM HARI – ATH THORIQ

87 YANG PALING TINGGI – AL A ‘LA

88 HARI PEMBALASAN – AL GHOSYIYAH

89 FAJAR – AL FAJR

90 NEGERI – AL BALAD

Cerita X; (Surah 91 – 100)

MATAHARI tenggelam saat MALAM tiba. Dan ketika WAKTU DHUHA, Allah MELAPANGKAN rizki dan menumbuhkan BUAH TIN. Sementara itu manusia yang berasal dari SEGUMPAL DARAH tidak mempunyai KEMULIAAN sedikit pun. Ini adalah BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN di dunia. Hingga KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG pun mati.

NO KRONOLOGI CERITA

91 MATAHARI – ASY SYAMS

92 MALAM – AL LAIL

93 WAKTU DHUHA – ADH DHUHA

94 MELAPANGKAN – AL INSYIROH

95 BUAH TIN – AT TIN

96 SEGUMPAL DARAH – AL ‘ALAQ

97 KEMULIAAN – AL QODR

98 BUKTI – AL BAYYINAH

99 KEGONCANGAN – AZ ZALZALAH

100. KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG – AL`ADIYAT

Cerita XI; (Surah 101 – 110)

HARI KIAMAT, hari dimana manusia tidak bisa lagi BERMEGAH-MEGAHAN. Pada MASA itulah si PENGUMPAT mati diinjak-injak GAJAH. Sementara itu SUKU QURAISY bertengkar dengan pak MA’UN di tepi telaga KAUTSAR. Saat itu ORANG-ORANG KAFIR tidak mendapatkan PERTOLONGAN.

NO KRONOLOGI CERITA

101 HARI KIAMAT – AL QORI ‘AH

102 BERMEGAH-MEGAHAN – AT TAKATSUR

103 MASA – AL ‘ASHR

104 PENGUMPAT – AL HUMAZAH

105 GAJAH – AL FI-L

106 SUKU QURAISY – QURAISY

107 MA’UN – AL MA ‘UN

108 KAUTSAR – AL KAUTSAR

109 ORANG-ORANG KAFIR – AL KAFIRUN

110 PERTOLONGAN – AN NASHR

Cerita XII (Surah 111-114)

Insya Allah 4 surat terakhir ini semua dari kita sudah menghafalnya.

NO SURAT

111 AL LAHAB

112 AL IKHLASH

113 AL FALAQ

114 AN NAAS

Bang Joels : 25 Agustus 2013

BEBERAPA FAKTA TENTANG SHOLAT TAHAJUD

Umumnya orang beranggapan bahwa tidur malam yang baik memerlukan waktu sekitar enam hingga delapan jam sehari. Tetapi ketahuilah bahwasanya pendapat ini ditentang oleh para saintis barat seperti dr Ray Meddis, seorang Profesor di Department of Human Sciences, England University of Technology yang mengatakan bahwa manusia sebenarnya hanya perlu tidur malam selama TIGA JAM.

Waktu tidur bisa dibagi kedalam dua bagian yaitu tidur ayam dan tidur lelap. Mimpi biasanya terjadi pada tidur lelap (deep sleep). Manusia perlu berlatih untuk bisa tidur lelap karena tidur ayam adalah masa berangan-angan yang sebenarnya hanya membuang waktu saja. Tidur yang sebenarnya ialah ketika tidur lelap dengan mengacu pada kajian saintis barat yaitu cukup selama TIGA JAM.

Kita merasakan bahwa tidur malam kita selalu tidak cukup. Ini disebabkan karena kita tidak terlatih atau mengikuti aturan yang benar ketika kita tidur. Apabila seseorang atlit (atlet lari,misalnya) ketika hendak mengikuti lomba lari maka dia akan berlatih mungkin sekitar setahun sebelum perlombaan itu dimulai. Dengan demikian dia berharap bisa menjadi juara. Demikian juga dengan kita, harus melatih diri kita tidur sesuai aturan yang baik

Menurut kajian ahli pengobatan barat, sebelum kita pergi tidur, pertama-tama kita akan merasa mengantuk (drowsiness) di mana suhu badan kita akan menurun. Dengan mengatur waktu tidur dan menggunakan termometer kita bisa melatih diri kita untuk tidur bila perlu. Tidur yang teratur dapat mengefektifkan waktu kita terutama untuk beribadah di malam hari serta untuk mengerjakan hal lainnya. Di dalam Al-Quran disebutkan ada segolongan manusia yang masuk surga karena ibadah malamnya dengan mengurangi waktu tidur malamnya.

Firman Allah dalam Al-Quran yang bermaksud :
“sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam surga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (Surah Az-Zariat ayat 15-18)

Rasulullah SAW telah memberikan contoh yang baik bagaimana tidur yang benar lengkap dengan doa-doanya. Sebagai ringakasan mungkin kita bisa latihan untuk tidur malam seperti :

  1. Makan malam sedikit saja cukup sekedar supaya tidak lapar. Jika kita makan malam yang banyak maka akan menyebabkan kita cepat mengantuk dan susah bangun dari tidur
  2. Tunaikan Sholat Isya’ sebelum tidur.
  3. Bersihkan tempat tidur seperti seprei, bantal,kasur dan lain-lain dari kotoran.
  4. Amalkan doa-doa sebelum dan sesudah tidur seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.
  5. Kurangi waktu tidur dari delapan jam sehari menjadi tujuh jam sehari untuk bulan pertama latihan; pada bulan kedua kurangi waktu tidur malam menjadi enam jam sehari, seterusnya pada bulan ketiga menjadi lima jam sehingga kita bisa tidur untuk waktu tiga jam saja.

Cara bangun tidur juga ada hal perlu diikuti untuk menjaga kesehatan dan menghindarkan diri dari pelbagai penyakit. Umpamanya kita yang suka bangun tidur terus langsung melompat dari tidurnya maka beresiko terkena penyakit jantung dan bisa menyebabkan meninggal. Demikian menurut pendapat seorang doktor dari china – dr Huang Guoxiong dari Badan Pengobatan Lioning.

Pendapat Ahli Sastra Barat

Ada juga ahli sastra barat yang menceritakan mengenai pentingnya mengurangi tidur untuk mencapai kinerja yang baik. Bila ditanya apakah rahasia kesuksesan mereka? Mereka menjawab: ” the woods are lovely, dark and deep but i have promises to keep and miles to go before i sleep.” maksudnya ” taman itu indah, gelap dan tebal tetapi saya mempunyai aturan yang harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum saya tidur.”

“the heights by great men reached and kept were not attained by sudden fight. But while their companions sleep were toiling upwards in the night.” – Longfellow maksudnya ” pencapaian kerja yang tinggi oleh orang-orang ternama/sukses tidak didapati serta merta tetapi mereka bekerja keras sehingga larut malam pada waktu teman-temannya/yang lain sedang nyenyak tidur.” ini jelas menunjukkan mereka meminimalkan waktu tidur untuk mencapai kesuksesan dalam hidup mereka.

Rahasia Sholat Tahajud

Sekarang kita kembali kepada perbincangan tentang Sholat Tahajud. Apakah kebaikan dan kelebihan yang kita peroleh dari mengerjakan sholat tahajud sementara yang lain sedang nyenyak tidur!?

Dari sisi logis, mungkin kita tidak mengerti bahwa perintah Allah itu mendatangkan kebaikan. Sesungguhnya Sholat Tahajud meneguhkan iman kita, jiwa kita, mental kita untuk menghadapi masalah hidup duniawi dan lain-lain.

Kemudian dari sisi sains pengobatan, kita akan menyedot oksigen di atmosfer bumi sekitar jam tiga pagi hingga terbit matahari dan menggerakkan otot-otot di dalam badan kita yang akan menyegarkan badan dan melancarkan aliran darah ditubuh kita.

Kedua hal tersebut, yaitu oksigen dan gerakan otot sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Oksigen akan hilang dari atmosfer bumi selepas matahari terbit dan tidak datang lagi sampai besok pagi. Hanya manusia yang bangun pada waktu ini yang dapat menikmati oksigen tersebut.

Coba kita kaji pergerakan otot-otot kita ketika sholat. Secara kasar, pertama kita berdiri tegak (qiyam) kemudian mengangkat kedua tangan bertakbir dan meletakkan tangan di atas dada – kita telah membesarkan rongga dada kita sehingga paru-paru akan terasa lapang serta menggerakkan otot di kedua belah tangan.

Ketika ruku’ dengan badan membungkuk ke depan dan kedua tangan di atas kepala lutut dan punggung mendatar (parallel to the ground) sekaligus menggerakkan ruas-ruas tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang dan tulang tungkai.

Ketika sujud, seluruh berat badan tertumpu sepenuhnya di atas otot-otot kedua tangan, kaki. Dada, perut, punggung, leher dan otot-otot kaki. Lihat saja pada waktu sujud ini berapa banyak otot dan persendian yang kita gerakkan.

Setelah itu kita bangkit dari sujud. Kita duduk, kemudian kita sujud lagi dan sesudah itu kita berdiri kembali. Dalam gerakan badan kali ini secara automatik kita telah menggerakkan sejumlah besar otot-otot di dada , bahu, lengan, perut, punggung, paha, kaki bagian bawah dan otot-otot lainnya. Selain itu kita juga melakukan dua jenis duduk – pertama duduk antara dua sujud dan kedua duduk tahiyat. Kedua jenis duduk ini menggerakkan tumit , pangkal paha, selangkangan, jari-jari kaki dan lain-lain.

Ketika kita memberi salam, kita menggerakkan otot-otot leher tengkuk dan lain-lain.
Kalau kita lihat dari dua hal di atas yaitu menghirup oksigen yang istimewa dan gerakan otot-otot yang semuanya itu sudah tentu akan menyehatkan tubuh kita. Sholat Tahajud bisa juga menjauhkan penyakit pinggang yang selalu menyerang orang yang banyak tidur dan bangun lewat dari tidur malam.

“dan pada sebagian malam hari bersembahyang Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS Al-Isra’; 79)

“sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam surga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS Az-Zariat; 15-18)

“Dan pada sebagian malam bertahajudlah sebagai tambahan ibadah bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji “. (QS Al Isra’; 79).


“Orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar”. (QS Ali ‘Imran; 17).

Mengapa Allah menyuruh kita bangun di tengah malam untuk melaksanakan Shalat Tahajud? Apa rahasia di balik perintah Allah tersebut? Apakah betul orang-orang yang bertahajud di tengah malam akan diangkat Allah ke tempat yang terpuji?

Rasulullah SAW bersabda:
“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri kepada Allah SWT, penghapus dosa dan pengusir penyakit dari dalam tubuh”. (HR at-Tirmidzi).

Beberapa Data Ilmiah Tahajud:

1. Dr. Abdul Hamid Diyab dan Dr. Ah Qurquz mengatakan,Shalat malam dapat meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh terhadap berbagai penyakit yang menyerang jantung, otak dan organ-organ tubuh yang lain. Karena orang yang bangun tidur malam hari, berarti menghentikan kebiasaan tidur dan ketenangan terlalu lama yang merupakan salah satu faktor pencetus terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Aktifitas Shalat malam, untuk menghadap Allah Sang Pencipta, akan menenangkan hati dari segala kegundahan dan kegelisahan hidup yang dialami.

2. Bangun malam dapat menjadikan tubuh bugar dan bersemangat, serta terhindar dari penyakit punggung pada usia tua. Dalam salah satu penelitian medis terbukti bahwa orang-orang yang terbiasa Shalat malam relatif lebih aman dari serangan penyakit pada tulang punggung dari pada orang-orang yang tidak shalat malam.

3. Shalat Tahajud memiliki kandungan aspek meditasi dan relaksasi yang cukup besar, dan memiliki pengaruh terhadap kejiwaan yang dapat digunakan sebagai strategi penanggulangan adaptif pereda stres. Sebagaimana juga dijelaskan Dr.M.Soleh bahwa stres punya pengaruh yang besar terhadap ketahanan tubuh seseorang. Dan stres, baik fisik maupun psikis menyebabkan terjadinya pengeluaran cairan tubuh (hormon) cukup banyak dan penguapan dari tubuh yang lebih cepat.

4. Dalam bidang bio-teknologi, Shalat Tahajud dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan respon ketahanan tubuh dan menghilangkan rasa nyeri pasien yang terkena penyakit kanker. Dalam bidang ini pula Shalat Tahajud dapat meningkatkan respons emosional positif yang efektif dalam menegakkan anastesis pra bedah.

5. Shalat Tahajud yang dikerjakan dengan penuh kesungguhan, khusuk, tepat, ikhlas dan kontinyu diyakini dapat menumbuhkan persepsi dan motivasi positif. Dan respons emosi positif (positive thinking) dapat menghindarkan reaksi stres.

Mengapa harus tengah malam?

Kata Tahajud terambil dari kata hujud yang berarti tidur. Kata Tahajud dipahami al-Biqai dalam arti tinggalkan tidur untuk melakukan Shalat. Shalat ini juga dinamakan Shalat lail/Shalat malam, karena dilaksanakan di waktu malam yang sama dengan waktu tidur. Apa rahasia bangun di tengah malam untuk Shalat Tahajud?

Hal ini telah dijawab Allah pada QS Al-Muzzammil; 6-7, yang artinya kira-kira:
“Sesungguhnya bangun diwaktu malam, dia lebih berat dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya bagimu di siang hari kesibukan yang panjang”.
Dari ayat tersebut ada dua hal yang begitu mengesankan kita. Pertama, sengaja untuk bangun malam. Kedua, bacaan di malam hari memiliki efek dan dampak yang lebih mengesankan. Sengaja bangun malam hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki niat kuat. Niat yang kuat pasti didorong oleh motivasi yang kuat, sehingga pekerjaan tersebut akan dilakukan dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh.

Apalagi Shalat Tahajud adalah Shalat sunnah, Insya Allah orang yang melaksanakan shalat sunnah adalah orang yang memang punya niat yang ikhlas dan motivasi yang kuat. Lain halnya dengan Shalat wajib, tidak jarang kita melaksanakan Shalat wajib hanya sekedar “gugur kewajiban”. Shalat Tahajud dilakukan harus setelah tidur, meskipun sejenak.

Apa manfaatnya?. Rasulullah SAW sangat memperhatikan hak-hak yang harus didapat tubuh kita. Bahkan ditegaskan bahwa kita wajib memenuhi hak-hak yang harus diperoleh tubuh kita dan di antaranya adalah hak untuk tidur.

Sabda Rasulullah: “Puasa dan berbukalah, Shalat dan tidurlah karena sesungguhnya tubuhmu punya hak yang harus kau penuhi dan sesungguhnya matamu punya hak yang harus kau penuhi dan istrimu (pasanganmu) punya hak yang harus kau penuhi”. (HR. Al-Bukhari).

Tidur adalah keadaan istirahat alami pada berbagai makhluk hidup, termasuk manusia. Pada manusia, tidur adalah penting untuk kesehatan. Tanda-tanda kehidupan seperti kesadaran, denyut jantung dan frekuensi pernafasan mengalami perubahan, yaitu mengalami penurunan atau perlambatan. Dalam tidur normal biasanya fungsi saraf motorik dan saraf sensorik untuk kegiatan yang memerlukan koordinasi dengan sistem saraf pusat akan diblokade/dihambat, sehingga pada saat tidur cenderung untuk tidak bergerak dan daya tanggap berkurang.

Saat bangun tidur pasti pikiran kita lebih terang. Bayangkan dalam 1 hari, jantung kita berdetak 100.000 kali, darah kita mengalir melalui 17 juta mil arteri, urat darah halus/kapiler dan juga pembuluh vena. Tanpa kita sadari rata-rata sehari kita berbicara 4.000 kata, bernafas sebanyak 20.000 kali, menggerakkan otot-otot besar sebanyak 750 kali dan mengoperasikan 14 miliar sel otak. Dan tidur adalah istirahat yang sangat baik menurut ilmu kesehatan, karena terjadi proses pemulihan sel tubuh, penambahan kekuatan dan otak kita kembali berfungsi dengan sangat baik. Sangatlah tepat jika Allah berkehendak agar Shalat Tahajud dikerjakan setelah tidur. Dengan pikiran yang segar akan membantu kita lebih khusyu’ memaknai ayat-ayat Allah yang kita baca. Berkomunikasi di malam hari kira-kira pukul 01:00 – 04:00 (sepertiga malam terakhir), secara umum akan lebih baik.

Ini dapat kita buktikan ketika melakukan komunikasi lewat ponsel di waktu tengah malam atau berselancar mengarungi dunia maya lewat internet, kekuatan sinyal yang dipancarkan akan lebih kuat, jelas dan cepat. Komunikasi kita dengan Allah saat Tahajud, kira-kira dapatlah dianalogikan demikian. Disaat manusia terlelap tidur diselimuti mimpi, kita mampu berkomunikasi dengan Sang Khalik dalam keadaan pikiran tenang dan fisik yang segar, tentulah “komunikasi” akan terjadi dengan “sinyal” yang kuat dan jernih. Dan komunikasi yang kita lakukan semuanya berbasis pada pancaran energi.

Meditasi dan Tahajud

Meditasi berarti keheningan, diam dan kesendirian. Keheningan muncul apabila pikiran sadar kita telah berhenti sepenuhnya. John Kehoe, penulis buku terlaris “Mind Power” pernah melakukan tapa brata dengan menyingkirkan diri dari hiruk-pikuk dunia, kemudian menyepi di dalam hutan untuk melakukan meditasi. Hal ini dia lakukan untuk menembus batas kesadaran tertinggi atau lapisan terdalam pikiran bawah sadarnya melalui kesunyian dan pencarian diri.

Tahajud dan Hormon Stres

Prof. Dr. Muhammad Sholeh, dari Surabaya, telah membuktikan satu dari sekian banyak ilmu yang terkandung di dalam Al-Quran secara ilmiah menurut Ilmu Kedokteran melalui penelitian disertasi dalam bidang Ilmu Kedokteran pada program pascasarjana Universitas Surabaya, dengan judul “Pengaruh Shalat Tahajud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik: Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi”.

Beliau menyimpulkan, jika melakukan Shalat Tahajud secara rutin, benar gerakannya, ikhlas dan khusuk niscaya (dengan seijin Allah SWT) akan terbebas dari penyakit infeksi dan kanker. Penelitian ini melibatkan 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa, hanya 23 yang sanggup menjalankan shalat Tahajud selama 1 bulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan shalat Tahajud selama 2 bulan. Shalat Tahajud dimulai pukul 02.00 – 03.00 sebanyak 11 rakaat, dengan dua rakaat sebanyak 4 kali dan ditutup shalat witir sebanyak 3 rakaat. Dan selanjutnya, hormone kortisol (hormon stres) dari 19 siswa tersebut diperiksa di 3 laboratorium di Surabaya (Pramitha, Prodia dan Klinika).

Kadar kortisol siswa yang shalat Tahajud dengan rutin berbeda dengan siswa yang tidak melaksanakan Shalat Tahajud. Mereka yang Shalat Tahajud memiliki kadar hormon kortisol yang rendah. Hal ini menandakan mereka memiliki ketahanan tubuh yang kuat dan kemampuan individu yang tangguh sehingga mampu menanggulangi masalah-masalah sulit dengan lebih stabil. Hormon kortisol adalah salah satu hormon stres. Kadar hormon ini semakin meninggi ketika kita dalam keadaan stres. Dengan kadar hormon yang tinggi kita lebih mudah berbuat salah, sulit berkonsentrasi dan daya ingat kurang baik.

Dengan Shalat Tahajud yang dilakukan secara rutin, ikhlas dan khusuk akan mampu menciptakan karakter baru serta tangguh bagi pelaksananya, sehingga akan memiliki persepsi dan motivasi yang positif serta akan terhindar dari stres. Mungkinkah itu maksud firman Allah pada QS Al-Isra’; 79 di atas tentang diangkatnya para pelaksana Shalat Tahajud ke tempat yang terpuji? Allahu’alam (Allah yang paling tahu).

Selain sholat wajib, ada banyak sholat sunnah yang dapat kita lakukan sebagai penyempurna solat wajib kita.

Salah satu sholat sunnah yang memiliki nilai yang tinggi di mata Allah (insya Allah) adalah sholat tahajud. Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari, setelah bangun tidur. Pelaksanaan sholat tahajud ini akan bernilai lebih jika dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir.

Sebelum perintah sholat lima waktu turun, Rasulullah Muhammad saw pernah memerintahkan para pengikutnya untuk melakukan sholat tahajud. Hal ini tersirat dalam beberapa hadist:

Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda : “ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)

Bersabda Nabi Muhammad SAW : “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )

Selain itu, Allah sendiri juga berfirman: “ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.” (QS : Al-Isro’ : 79)

Dalam hadist lain juga diterangkan mengenai jumlah rakaat pada pelaksanaan sholat tahajud. Pada dasarnya, jumlah rakaat sholat tahajud tidak dibatasi jumlahnya, dengan jumlah minimal 2 rakaat. Sedangkan dalam keterangan Said ibnu Yazib ra, Rasulullah Muhammad saw melakukan sholat tahajud dengan jumlah 13 rakaat, dengan perincian 2 rakaat sholat iftitah, 8 rakaat sholat tahajud, dan ditutup dengan 3 rakaat sholat witir.

Keutamaan Sholat Tahajud

Berdasarkan hadist Rasulullah Muhammad saw, sholat tahajud memiliki 9 keutamaan, yang terbagi menjadi 5 keutamaan di dunia dan 4 keutamaan di akhirat kelak. Hadist yang menjelaskan keutamaan sholat tahajud adalah: “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”

Adapun 5 keutamaan sholat tahajud di dunia adalah:

-Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
-Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
-Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia.
-Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
-Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Selain 5 keutamaan di dunia, sholat tahajud juga memiliki 4 keutamaan di akhirat kelak. Keutamaan sholat tahajud di akhirat kelak adalah:

-Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
-Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
-Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
-Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.

Bang Joels : 26 Agustus 2013

MARI MEMBACA AL QUR’AN ( by Yongki )

Membaca Al-Qur’an adalah ibadah sangat agung. Banyak nash yang menerangkan akan besarnya keutamaan dan pahalanya. Di antara yang paling masyhur, Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat.
Disebutkan dalam Shahih Muslim, dari Abu Umamah al-Bahili Radhiyallahu ‘Anhu, ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Bacalah oleh kalian Al-Qur’an, karena ia akan datang memberi syafaat kepada pembacanya pada hari kiamat.”
Selain hadist tersebut , juga ada hadits yang menyatakan bahwa setiap huruf dalam bacaan al-Quran akan mendapatkan 10 kebaikan (pahala), Adapun hadits yang shahih dari Ibnu Mas’ud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa yang membaca satu huruf di dalam al-Quran, maka baginya satu kebaikan. Dan setiap kebaikan akan berganda sehingga 10 kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf , akan tetapi alif itu satu huruf, lam itu satu huruf dan mim itu satu huruf”
Riwayat Imam at-Tirmidzi dikitabnya Sunnan Tirmidzi no. 2910, Imam Bukhari di kitab Tarikh, dan Imam al-Hakim di dalam al-Mustadrak. Berkata Syaikh Albani hadits ini Shahih, As-Shahihah no. 3327.
Keutamaan membaca Al-Qur’an ini semakin meningkat saat bulan Ramadhan. Di mana setiap amal kebaikan di dalamnya dilipatgandakan pahalanya. Terlebih Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melalui Malaikat Jibril pada bulan Ramadhan. Juga pada bulan ini, Malaikat Jibril mendatangi beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk mendengarkan bacaan Al-Qur’an beliau dan mengecek hafalannya.
Keistimewaan ibadah membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan ini kita temukan pada perhatian besar dari ulama salaf terhadapnya. Mereka memperbanyak tilawah Qur’an baik di dalam shalat maupun di luar shalat.
Pada bulan Ramadhan, Utsman bin Affan radliyallah ‘anhu menghatamkan Al-Qur’an sehari sekali. Sebagian ulama salaf yang lain menghatamkannya pada shalat malamnya setiap tiga hari sekali. Sebagian lain menghatamkannya semingu sekali.
Imam Syafi’i rahimahullah, pada bulan Ramadhan menghatamkan Al-Qur’an sampai 60 kali. Beliau membacanya di luar shalat. Imam Qatadah senantiasa menghatamkan setiap tujuh hari sekali dan pada bulan Ramadlan setiap tiga hari sekali. Puncaknya pada sepuluh hari terakhir, beliau menghatamkannya setiap malam.
Imam Az-Zuhri rahimahullah jika sudah memasuki Ramadhan tidak membaca hadits dan tidak hadir di majlis ilmu, beliau hanya membaca Al-Qur’an dari mushaf. Sufyan Al-Tsauri jika sudah masuk Ramadhan meninggalkan segala bentuk ibadah dan hanya membaca Al-Qur’an.
Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “(Maksud) adanya larangan membaca Al-Qur’an (menghatamkannya) kurang dari tiga hari yaitu jika dirutinkan tiap hari. Namun, jika di kesempatan yang utama seperti bulan Ramadlan dan tempat yang mulia seperti di Makkah bagi penduduk luar makkah, dianjurkan memperbanyak tilawah Al-Qur’an di sana, untuk menghargai kemuliaan tempat dan waktu tersebut. Ini adalah pendapat imam Ahmad, Ishaq, dan imam-imam lainya. Hal ini didukung dengan amalan selain mereka.”
Menurut Imam Ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al Ilahiyah bahwa jumlah huruf dalam Al Qur’an itu adalah 1.027.000 huruf.
Setiap huruf Al Qur’an yang dibaca , dibalas dengan 10 kebaikan dan pada bulan Ramadhan setiap ibadah Wajib digandakan pahalanya menjadi 70 kali sedangkan ibadah sunnah akan digandakan seperti melaksanakan ibadah wajib.
Dengan demikian dapat dibayangkan betapa banyaknya kebaikan yang akan diberikan ALLAH SWT kepada pembaca Al Qur’an , khusunya yang meng khatam kan, terlebih pada bulan Ramadhan. Setidaknya kita akan mendapatkan 10.027.000 kebaikan ! Subhanallah ! Saya persilahkan setiap insan dimuka bumi ini untuk menuliskan 10.027.000 kebaikan yang diinginkannya. Saya sangat yakin tidak akan mampu dipikirkan oleh manusia. Tapi ALLAH SWT memberikan 10.027.000 kebaikan bagi ummat muslim yang meng khatam kan Al Qur’an. Subhanallah ! Allahu Akbar !
Tapi mengapa Kitabullah ini sangat jarang di baca oleh kebanyakan kita kaum muslimin. Kita selalu terjebak oleh waktu untuk mencari harta sebanyak – banyaknya sehingga lupa menyisihkan waktu untuk membaca Al Qur’an. Apa benar kita sangat sibuk ??? Apa benar waktu yang dibutuhkan untuk menghatamkan Al Qur’an sangat banyak ?
Mari sekarang kita coba menghitung secara matematis. Jika 1 ayat rata2 dibaca dalam waktu 2 menit , maka waktu untuk mengkhatamkan Al Qur’an adalah 6236 X 2 menit = 12.472 menit atau setara dengan 208 jam atau setara dengan 9 hari. Untuk memudahkan perhitungan bolehlah kita tetapkan 10 hari. Jadi kita hanya butuh waktu 10 hari saja untuk khatamkan Al Qur’an. Jika 1 tahun 365 hari maka kita dapat alokasikan waktu untuk membaca Al Qur’an 24 jam setiap bulan atau 48 menit setiap hari. Jika kita membaca Al Qur’an secara istiqomah setelah selesai sholat fardhu maka dibutuhkan waktu 9,6 menit. Jika hal ini dilakukan dengan tertib dan teratur maka dalam waktu 10 bulan kita sudah khatam. Jika seandainya batas usia kita rata2 adalah 63 tahun, silahkan Anda menghitung sendiri berapa banyak kebaikan akan diberikan ALLAH di sisa umur kita. Jika sisa usia kita masih 15 tahun lagi, maka kebaikan yang akan kita dapatkan adalah 150.405.000 !!! Tentu ini merupakan perhitungan yang paling minim.
Sekarang bagaimana kenyataannya ??? Sungguh lucu manusia ini , mereka sangat tahan untuk duduk bergerombol menggunjing keburukan orang lain selama ber jam – jam atau lebih senang ke mall menghamburkan uang selama ber jam – jam yang sangat jelas hal tersebut sangat kecil manfaatnya bahkan lebih besar mudharatnya atau bahkan menambah dosa.
Dengan perhitungan sederhana di atas maka hal tersebut merupakan salah satu bukti sifat Ar Rahman ALLAH SWT kepada umat muslim. Betapa tidak , begitu banyak jalan kemudahan untuk mendapatkan ridho NYA. Dengan hanya menyisihkan waktu kita 10 menit setiap selesai sholat saja sudah begitu banyak pahala dan kebaikan hidup yang diberikan, apalagi kita masih menambah dengan mengerti artinya dan memahami isinya serta melaksanakan dalam kehidupan sehari – hari.
Ada hal – hal yang sangat menakjubkan dari Al Qur’an ini. Ternyata , jika kita membaca Al Qur’an dengan tartil dan sesuai kaidah tilawah maka tidak akan menimbulkan efek lelah sedikitpun. Kenapa ? Karena kaidah-kaidah tilawah merupakan olah nafas yang sangat efektif menstimulir tubuh untuk menjadi bugar kembali. Oleh karena itu tidaklah heran jika banyak ulama salaf sampai mampu meng khatamkan Al Qur’an dalam hitungan hari , khususnya di bulan Ramadhan.
Pernahkah kita membayangkan pada saat Al Qur’an itu disampaikan oleh Jibril kepada Rasulullah Muhammad SAW ? Pasti sangat indah dan nikmat untuk di dengar. Subhanallah ! To be continue …. Insya Allah !

Gibah ( Menggunjing ) dan mengadu domba ( Yongki )

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ  وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ  بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛

Sebagai bagian dari proses pembentukan dan pembinaan pribadi muslim yang bertakwa , saya akan mencoba menuangkan tulisan yang  bertajuk ”Gibah dan mengadu domba”. Gibah dan mengadu domba merupakan amal perbuatan yang diharamkan oleh ALLAH SWT dan paling tercela. Namun dalam proses kehidupan di dunia , Gibah dan mengadu domba ternyata paling sering dilakukan dan sangat disukai oleh manusia. Ini Fakta !!! Lihat saja disekeliling kita, rumah, kantor, sekolah, tempat umum sampai media audio visual banyak mempertontonkan aib orang lain seperti Infotainment, Silet dan lain sebagainya. Silahkan kita menyimak semua pembicaraan orang2 di sekeliling kita , pasti akan banyak kita temui hal2 yang terkait dengan Gibah apakah itu membicarakan bos nya, saudaranya, anaknya, iparnya, suaminya, tetangganya, gurunya dlsb. Hampir di setiap waktu kebanyakan orang melakukan Gibah entah waktu bekerja, istirahat , makan siang, baru sampai kantor dlsb. Kenapa hal tersebut sering dilakukan manusia ? Hal ini disebabkan karena adanya faktor lingkungan yang mendukung ke arah perbuatan Gibah dan mengadu domba antara lain :

1. Manusia merupakan mahluk sosial yang perlu berinteraksi satu sama lainnya , hal ini
mendorong terjadinya komunikasi dua arah.
2. Masing – masing manusia memiliki kepentingan individu yang harus dipenuhi sebagai
implementasi ego dan strategi hidup.
3. Bahwa di dalam diri manusia terdapat segumpal daging , jika segumpal daging itu baik
maka amal perbuatannya akan baik , jika segumpal daging itu buruk maka amal
perbuatannya akan buruk.
4. Banyaknya manusia yang mengisi waktu hidupnya dengan perbuatan dosa dan sia-sia.
5. Munculnya trend yang sengaja dikembangkan oleh musuh – musuh ummat Islam agar
perilaku Gibah dan adu domba merupakan hal yang wajar dan biasa.
6. Kebiasaan buruk yang ada dimasyarakat dalam mengelola dan mengisi waktu luang
melalui menggunjing orang lain.
7. Bahwa kehidupan dunia ini merupakan fase untuk menuju kehidupan yang kekal di
akhirat sehingga dalam prosesnya banyak terdapat ujian dan tantangan sebagai sistem
eliminasi untuk mendapatkan manusia yang unggul dan pantas mendapatkan Surga
ALLAH SWT. Ujian itu tidak hanya datang dari ALLAH SWT saja , tapi juga dipenuhi oleh
bujuk rayu Syaithan yang merupakan musuh nyata bagi manusia.
8. Dan masih banyak lagi seperti kurangnya pengetahuan dan pendidikan agama, karakter
menahun yang membentuk kepribadian orang, rendahnya sikap positif thinking dlsb.

Apakah Gibah itu ? Gibah adalah menggunjing orang lain , yang jika dia mengetahuinya dia akan marah baik itu menggunjing sifat yang ada dalam dirinya, agamanya, dunianya, bentuk tubuhnya, akhlaqnya, anaknya, hartanya, suaminya, pembantunya, budaknya, pakainnya, jalannya, gerakannya, nafsunya, dan lain sebagainya dari sifat2 yang berhubungan dengan orang lain baik disebutkan secara lisan, tulisan, isyarat dengan mata, tangan, kepala, gerakan, dan lainnya.

Kenapa Gibah dan mengadu domba diharamkan ? Gibah dan mengadu domba merupakan perbuatan yang sangat merusak jiwa, tatanan ahlak dan peradaban manusia . Menurut Al Qur’an, As Sunanah dan ijmak Ulama menyatakan bahwa Gibah dan mengadu domba itu HARAM. Dalam beberapa Surat Al Qur’an ALLAH SWT jelas – jelas menyatakan Gibah dan mengadu domba HARAM ( DILARANG ALLAH SWT ) seperti dalam Surat – surat berikut :

Al Hujaraat : 12

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Al Humazah : 1
Kecelakaanlah bagi Setiap pengumpat lagi pencela, ( QS Al Humazah : 1 )

Al Qalam : 10-11

10. Dan janganlah kamu ikuti Setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,

11. Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah,

Perbuatan Gibah dan mengadu domba akan menerima pembalasan siksa yang amat pedih dari ALLAH SWT. Sebagaimana dalam Hadits Shahih Bukhari & Muslim disampaikan , Ibnu Abbas r.a bercerita “Rasulullah saw melewati dua kuburan seraya berkata “ Sesungguhnya mereka berdua disiksa. Dan mereka berdua disiksa bukan karena melakukan dosa besar. Salah satu di antara

mereka karena suka mengadu domba orang. Yang satunya karena tidak menutupi buang air kecil.”
Seperti kita ketahui dalam hampir setiap aspek kehidupan manusia sangat memungkinkan terjadinya perilaku Gibah dan mengadu domba , lalu bagaimanakah caranya agar kita terhindar dari perbuatan tersebut ?

Beberapa petunjuk telah diberikan ALLAH SWT dan dicontohkan oleh Rasulullah saw yaitu :
1. Perbanyak / bersibuk diri ber dzikir pagi, siang, sore dan malam
2. Berpuasa
3. Sempurnakan shalat wajib dan sunnah
4. Memperbanyak membaca Al Qur’an
5. Melaksanakan sikap “ Bara’ / Menolak ” terhadap orang yang sering Gibah ( Langsung
meninggalkan orang yang sedang Gibah ) dan ingatkan / nasehati orang tersebut.
6. Bersikap Ikhlas dalam menjalani hidup
7. Hilangkan rasa sombong, ujub, riya’
8. Takutlah kepada ALLAH SWT.

Namun demikian ada Gibah yang diperbolehkan jika dilihat terdapat kemaslahatan yang besar.untuk agama. Pembolehan ini karena ada tujuan syariah. Tujuan ini tidak dapat dicapai kecuali melalui Gibah. Pembolehan ini disebabkan oleh beberapa hal :
1. Mengadu.
Diperbolehkan bagi orang yang di dzalimi untuk mengdau kepada penguasa, hakim atau
yang memiliki kekuasaan. Hal ini tergolong meminta bantuan untuk menghilangkan
kemungkaran.
2. Minta Fatwa
Meminta pendapat dari ahli hukum atau ulama atau umaro terhadap hal yang dialaminya
apalagi itu merupakan hal yang dzalim.
3. Jujur dalam melaksanakan Jual Beli
Mengatakan secara jujur kondisi objek jual beli karena hal ini dalam rangka menghindari sikap su’udzon dari orang yang berjual beli dengan kita. Misalnya pada saat menjual hewan terdapat sedikit cacat karena ketidak tahuan kita sebelumnya.

Sekalipun terdapat hal yang dibolehkan dalam Gibah , tapi tetap ada batasan tidak boleh menyatakan secara terang – terangan. Contoh seperti mengadu di atas , kita cukup mengatakan bahwa kita di dzalimi seseorang yang saat ini posisinya sebagai atasan saya. Oleh karena itu marilah kita bersama – sama saling mengingatkan dan mendo’akan sesama muslim agar terhindar dari Gibah dan adu domba karena Gibah dan adu domba akan mendatangkan banyak keburukan baik untuk diri sendiri, orang lain, masyarakat dan kehidupan
dunia & akhirat.
Demikian sedikit Kultum yang bisa saya sampaikan saat ini , semoga kita semua bisa dapat menjalani hidup ini sesuai dengan garis yang ditetapkan ALLAH SWT guna mengharap RIDHO NYA. Amin

Sumber : Kitab Tanbihul Ghafilin

Posting by : Yongki

BERSANDAR HANYA KEPADA ALLAH SWT ( KH Abdullah Gymnastiar )

Tiada keberuntungan yang sangat besar dalam hidup ini, kecuali orang yang tidak memiliki sandaran, selain bersandar kepada Allah. Dengan meyakini bahwa memang Allah-lah yang menguasai segala-galanya; mutlak, tidak ada satu celah pun yang luput dari kekuasaan Allah, tidak ada satu noktah sekecil apapun yang luput dari genggaman Allah. Total, sempurna, segala-galanya Allah yang membuat, Allah yang mengurus, Allah yang menguasai.

Adapun kita, manusia, diberi kebebasan untuk memilih, “Faalhamaha fujuraha wataqwaaha”, “Dan sudah diilhamkan di hati manusia untuk memilih mana kebaikan dan mana keburukan”. Potensi baik dan potensi buruk telah diberikan, kita tinggal memilih mana yang akan kita kembangkan dalam hidup ini. Oleh karena itu, jangan salahkan siapapun andaikata kita termasuk berkelakuan buruk dan terpuruk, kecuali dirinyalah yang memilih menjadi buruk, naudzubillah.

Sedangkan keberuntungan bagi orang-orang yang bersandarnya kepada Allah mengakibatkan dunia ini, atau siapapun, terlampau kecil untuk menjadi sandaran baginya. Sebab, seseorang yang bersandar pada sebuah tiang akan sangat takut tiangnya diambil, karena dia akan terguling, akan terjatuh. Bersandar kepada sebuah kursi, takut kursinya diambil. Begitulah orang-orang yang panik dalam kehidupan ini karena dia bersandar kepada kedudukannya, bersandar kepada hartanya, bersandar kepada penghasilannya, bersandar kepada kekuatan fisiknya, bersandar kepada depositonya, atau sandaran-sandaran yang lainnya.

Padahal, semua yang kita sandari sangat mudah bagi Allah (mengatakan ‘sangat mudah’ juga ini terlalu kurang etis), atau akan ‘sangat mudah sekali’ bagi Allah mengambil apa saja yang kita sandari. Namun, andaikata kita hanya bersandar kepada Allah yang menguasai setiap kejadian, “laa khaufun alaihim walahum yahjanun’, kita tidak pernah akan panik, Insya Allah.

Jabatan diambil, tak masalah, karena jaminan dari Allah tidak tergantung jabatan, kedudukan di kantor, di kampus, tapi kedudukan itu malah memperbudak diri kita, bahkan tidak jarang menjerumuskan dan menghinakan kita. kita lihat banyak orang terpuruk hina karena jabatannya. Maka, kalau kita bergantung pada kedudukan atau jabatan, kita akan takut kehilangannya. Akibatnya, kita akan berusaha mati-matian untuk mengamankannya dan terkadang sikap kita jadi jauh dari kearifan.

Tapi bagi orang yang bersandar kepada Allah dengan ikhlas, ‘ya silahkan … Buat apa bagi saya jabatan, kalau jabatan itu tidak mendekatkan kepada Allah, tidak membuat saya terhormat dalam pandangan Allah?’ tidak apa-apa jabatan kita kecil dalam pandangan manusia, tapi besar dalam pandangan Allah karena kita dapat mempertanggungjawabkannya. Tidak apa-apa kita tidak mendapatkan pujian, penghormatan dari makhluk, tapi mendapat penghormatan yang besar dari Allah SWT. Percayalah walaupun kita punya gaji 10 juta, tidak sulit bagi Allah sehingga kita punya kebutuhan 12 juta. Kita punya gaji 15 juta, tapi oleh Allah diberi penyakit seharga 16 juta, sudah tekor itu.

Oleh karena itu, jangan bersandar kepada gaji atau pula bersandar kepada tabungan. Punya tabungan uang, mudah bagi Allah untuk mengambilnya. Cukup saja dibuat urusan sehingga kita harus mengganti dan lebih besar dari tabungan kita. Demi Allah, tidak ada yang harus kita gantungi selain hanya Allah saja. Punya bapak seorang pejabat, punya kekuasaan, mudah bagi Allah untuk memberikan penyakit yang membuat bapak kita tidak bisa melakukan apapun, sehingga jabatannya harus segera digantikan.

Punya suami gagah perkasa. Begitu kokohnya, lalu kita merasa aman dengan bersandar kepadanya, apa sulitnya bagi Allah membuat sang suami muntaber, akan sangat sulit berkelahi atau beladiri dalam keadaan muntaber. Atau Allah mengirimkan nyamuk Aides Aigepty betina, lalu menggigitnya sehingga terjangkit demam berdarah, maka lemahlah dirinya. Jangankan untuk membela orang lain, membela dirinya sendiri juga sudah sulit, walaupun ia seorang jago beladiri karate.

Otak cerdas, tidak layak membuat kita bergantung pada otak kita. Cukup dengan kepleset menginjak kulit pisang kemudian terjatuh dengan kepala bagian belakang membentur tembok, bisa geger otak, koma, bahkan mati.

Semakin kita bergantung pada sesuatu, semakin diperbudak. Oleh karena itu, para istri jangan terlalu bergantung pada suami. Karena suami bukanlah pemberi rizki, suami hanya salah satu jalan rizki dari Allah, suami setiap saat bisa tidak berdaya. Suami pergi ke kanotr, maka hendaknya istri menitipkannya kepada Allah.

“Wahai Allah, Engkaulah penguasa suami saya. Titip matanya agar terkendali, titip hartanya andai ada jatah rizki yang halal berkah bagi kami, tuntun supaya ia bisa ikhtiar di jalan-Mu, hingga berjumpa dengan keadaan jatah rizkinya yang barokah, tapi kalau tidak ada jatah rizkinya, tolong diadakan ya Allah, karena Engkaulah yang Maha Pembuka dan Penutup rizki, jadikan pekerjaannya menjadi amal shaleh.”

Insya Allah suami pergei bekerja di back up oleh do’a sang istri, subhanallah. Sebuah keluarga yang sungguh-sungguh menyandarkan dirinya hanya kepada Allah. “Wamayatawakkalalallah fahuwa hasbu”, (QS. At Thalaq [65] : 3). Yang hatinya bulat tanpa ada celah, tanpa ada retak, tanpa ada lubang sedikit pun ; Bulat, total, penuh, hatinya hanya kepada Allah, maka bakal dicukupi segala kebutuhannya. Allah Maha Pencemburu pada hambanya yang bergantung kepada makhluk, apalagi bergantung pada benda-benda mati. Mana mungkin? Sedangkan setiap makhluk ada dalam kekuasaan Allah. “Innallaaha ala kulli sai in kadir”.

Oleh karena itu, harus bagi kita untuk terus menerus meminimalkan penggantungan. Karena makin banyak bergantung, siap-siap saja makin banyak kecewa. Sebab yang kita gantungi, “Lahaula wala quwata illa billaah” (tiada daya dan kekuatan yang dimilikinya kecuali atas kehendak Allah). Maka, sudah seharusnya hanya kepada Allah sajalah kita menggantungkan, kita menyandarkan segala sesuatu, dan sekali-kali tidak kepada yang lain, Insya Allah.

Sumber : Tausiyah KH Abdullah Gymnastiar

Reposting by : Yongki